6 Tips trading Forex
Seorang investor bernama Waren Buffet pernah berujar, “Takutlah ketika orang lain menjadi tamak, dan tamaklah ketika orang takut” ungkapan itu menggambarkan bahwa dua sifat yakni tamak serta rasa takut adalah hal yang kerap kali menghampiri para dealer dan sebaiknya keduanya di hindari.
Rasa serakah terkadang muncul ketika pangsa pasar sedang ramai dalam aksi membeli besar-besaran dan kita terjebak untuk ikut membeli secara besar pula.
Tetapi saat kita membeli, kita tidak akan pernah tahu bahwa harga hampir menuju puncak atas dan ternyata turun lagi. Dan apa yang terjadi setelahnya? tentu saja sang dealer tadi mengalami kerugian.
Ini juga berlaku ketika ada aksi menjual secara besar-besaran, kemudian dealer tadi ikut-ikutan menjual tanpa sadar bahwa sebentar lagi harga pasar kembali kuat. Akhirnya, sang dealer mengalami kerugian kembali.
Hal-hal tersebut dapat terjadi dikarenakan dealer mengedepankan sisi emosi dan mengabaikan segala indikator pasar yang memberikan tanda apakah harga pasar akan naik ataukah turun.
Acuan yang harus diperhatikan dalam bisnis buying and selling foreign exchange agar berhasil maksimal
Ada beberapa faktor yang dapat digunakan sebagai pedoman dalam buying and selling sehingga lebih terarah dan bisa memberikan hasil lebih maksimal. Pedoman atau acuan tersebut antara lain sebagai berikut:
1. Trading berjalan sesuai dengan rencana awal
Trading yang baik ialah buying and selling yang telah direncanakan sejak awal. Dalam menjalankan trading, dealer tidak asal jual lalu beli atau hanya mengedepankan hasrat saja.
Anda harus menyadari bahwa arah pasar dapat berubah kapanpun tanpa kita persiapkan maka dari itu kita harus siap besaran persen modal yang kita gunakan, berapa restrict kerugikan kita, serta berapa aim revenue yang kita harapkan.
Setelah menetapkan hal-hal diatas, yang perlu kita lakukan adalah konsisten dengan rencana buying and selling tersebut.
2. Trading sesuai dengan arah tren yang berkembang
Hal ini sudah menjadi rahasia dan rumus umum bahwa seharusnya dalam menjalankan buying and selling kita tidak boleh melawan arah pasar.
Berdasarkan fakta tersebut sudah seharusnya ketika pasar dalam keadaan bullish, anda harus memasang posisi beli. Sebaliknya pada posisi bearish, anda harus menetapkan posisi jual.
3. Posisi masuk sesuai dengan kriteria rencana untuk trading
Sewajarnya setiap pelaku buying and selling telah memiliki kriteria rencana untuk trading. Misalnya, pelaku buying and selling memiliki standart kapan masuknya kepasar dengan menerakan metode dua garis shifting common atau MA, yakni MA 50 serta 100.
Itu artinya ia akan menetapkan posisi Buy saat garis MA 50 dari bawah sudah melewati dengan garis MA a hundred sebaliknya saat garis MA 50 dari arah atas melewati dengan MA a hundred maka artinya saatnya ia menetapkan posisi Jual.
4. Memperhatikan jadwal information ekonomi
Apabila tidak ada faktor kebijakan perdagangan yang mengganggu pasar, itu artinya information pasar akan sangat mempegaruhi arah pasar serta tingkat fluktuasinya.
Anda perlu memperhatikan jadwal ekonomi apabila anda akan memulai trading, apabila information menunjukkan hasil positif, maka arah harga pasar menguat dan anda dapat segera memasang posisi beli.
Apabila information menunjukkan negatif, maka saatnya anda memasang posisi jual.
5. Rasio threat dengan gift yang dapat diterima
Setiap pelaku buying and selling yang sudah memiliki rencana pasti memiliki batasan take revenue serta batasan stoploss. Rasio threat atau gift yang ditetapkan setiap pelaku buying and selling juga beragam.
Ada yang menetapkan rasio sebesar 1:2, 1:3, 1:5, bahkan hingga 1:10. Hal yang harus anda perhatikan ialah, stage stoploss anda tidak seharusnya dekat jaraknya dengan stage access anda.
Mengapa demikian? karena buying and selling anda tersebut dapat terhenti apabila ada peluang harga yang telah menyentuh stage profit. Yang mana ini menyebabkan strategi buying and selling anda tidak berjalan dengan mulus.
Sebaliknya, batas Take revenue anda jangan terlampau jauh dari batas access untuk menghindari stage revenue tidak tercapai saat volatilitas pasar terjadi.
6. Setidaknya potensi revenue adalah duakali resiko
Setidaknya anda harus menetapkan rasio risk/reward sebanyak 1:2 karena setidaknya anda masih berpeluang mendapatkan profit. Sebagai contoh Anda tetapkan SL a hundred pips, TP 200 pips dengan 10 kali trading. Hitungannya sebagai berikut:
4 x TP = four x 200 = 800
6 x SL = 6 x a hundred = 600
Dengan begini dapat anda lihat meskipun anda mengalami kekalahan sebanyak 6x dan berhasil hanya 4x, anda tetap mendapatkan revenue sebesar 200.
Posting Komentar untuk "6 Tips trading Forex"